Pentingnya Zat Besi di Masa Anak-Anak

Pentingnya Zat Besi di Masa Anak-Anak

Zat besi merupakan salah satu komponen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, terlebih untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kecukupan asupan zat besi pada masa golden age akan berpengaruh terhadap perilaku, kecerdasan, dan motor anak. Pada masa-masa keemasan ini, banyak sekali kasus ADB (Anemia Defisiensi Besi) akibat tidak tercukupinya asupan zat besi harian. Biasanya, ciri yang nampak adalah anak menjadi “lemot”, iritabel, dan sulit mengendalikan dirinya.

Zat besi sendiri merupakan mineral yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh. Maka dari itu, mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi adalah solusinya. Saat bayi masih ASI ekslusif, kebutuhan zat besinya terpenuhi dari ASI. Dengan catatan, ibu tidak mengalami kekurangan zat besi saat hamil dan menyusui. Setelah bayi mulai MPASI, kebutuhan zat besi dari ASI saja tidak cukup. Karena zat besi dari ASI hanya mencukupi 0,3 mg saja.

Kebutuhan asupan zat besi dapat berbeda-beda tergantung usianya. Untuk bayi usia 6 – 12 bulan, kebutuhan zat besinya berkisar 11 mg. Sedangkan saat usianya menginjak 1 – 3 tahun, kebutuhan zat besinya menurun yakni sekitar 7 mg. Dikarenakan ASI hanya mampu mencukupi 0,3 mg zat besi saja, maka anak harus mendapatkan asupan zat besi dari makanan.

Jenis makanan yang mengandung zat besi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu heme dan non heme. Heme adalah makanan yang berasal dari hewan seperti unggas dan ikan. Sedangkan non heme adalah makanan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan.

Sumber pangan yang mengandung zat besi

Daging Merah

Daging merah termasuk ke dalam jenis makanan heme atau yang berasal dari hewan. Daging merah tanpa lemak mengandung setidaknya 2 mg zat besi tiap 100 gramnya.

Tiram

Selanjutnya, sumber heme lain yang mengandung zat besi adalah tiram. Tiram termasuk ke dalam jenis kerang-kerangan. Tiap 100 gram tiram, mengandung 5 mg zat besi. Anda juga dapat memberikan jenis kerang-kerangan lain sebagai bagian dari menu MPASI.

Hati Ayam

Adalah mitos jika hati ayam tidak boleh diberikan kepada anak untuk menu MPASI. Faktanya, hati ayam berkontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan zat besi harian anak. Dan, hati ayam mengandung zat besi yang tinggi, yaitu sekitar 3,6 mg tiap 28 gramnya.

Memenuhi kebutuhan zat besi di setiap menu MPASI sangatlah penting. Anda harus memastikan kebutuhan zat besi hariannya tercukupi. Untuk itu, anda harus memperhatikan beberapa hal berikut!

Konsumsi Makanan Tinggi Zat Besi Minimal 2 Kali Sehari

Agar kebutuhan zat besinya terpenuhi dengan baik, sebaiknya anda menambahkan sumber pangan yang mengandung zat besi setidaknya 2 kali sehari. Seperti misalnya, memberikan hati ayam pada menu makan pagi dan siang hari.

Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin C

Vitamin C tidak hanya membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Akan tetapi, vitamin C juga membantu penyerapan zat besi agar lebih maksimal. Oleh karena itu, selain mengkonsumsi makanan tinggi zat besi, mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk juga sangat dianjurkan.

Hindari Susu atau Teh Saat Makan

Susu mengandung kalsium yang tinggi dan baik untuk tubuh. Akan tetapi, mengkonsumsi susu saat makan dapat mengganggu proses penyerapan zat besi karena penyerapan kalsium berkompetisi dengan penyerapan zat besi. Selain itu, teh tidak dianjurkan karena juga menghambat penyerapan zat besi.

Published30 October 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2019 © Copyright imSehat. All rights reserved
iMagazine Theme design by Maskode